Pengembangan Sistem Informasi Simulasi Bahan Bangunan Dengan Pendekatan Lean Development
Santi Purwanti, Muhamad Rizky Fadhillah
Global
Simulasi merupakan proses merancang model logis atau matematis yang merepresentasikan sistem nyata dengan tujuan menganalisis dan memprediksi perilaku sistem tersebut. Dalam konteks kebutuhan bahan bangunan, simulasi dapat membantu perencanaan yang lebih akurat dan efisien. Salah satu Perusahaan Dagang, usaha penjualan bahan bangunan yang berdiri sejak 2004, sering menghadapi masalah dalam perencanaan anggaran, seperti kesalahan pemilihan bahan, harga yang tidak sesuai, dan kebutuhan tambahan di luar rencana. Untuk mengatasi masalah ini, dikembangkan sistem informasi simulasi bahan bangunan berbasis web dengan pendekatan Lean Development, yang fokus pada aktivitas bernilai tambah guna meningkatkan produktivitas, kualitas, dan kepuasan pengguna. Sistem yang dikembangkan mempermudah pengelolaan jenis bahan bangunan, stok material, serta simulasi kebutuhan material. Selain itu, sistem menyediakan informasi lengkap yang membantu masyarakat merancang rumah atau bangunan dengan gambaran anggaran biaya yang akurat, sehingga dapat dijadikan patokan dalam pembangunan.
Sistem Informasi Pelaporan Hasil Kerja Pegawai (Studi Kasus: Kelurahan Parung Kabupaten Subang)
Bagus Ali Akbar, Ian Mentari
Global
Pelaporan hasil kerja pegawai merupakan suatu bentuk capaian atau hasil kerja baik secara kualitas maupun kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melalukan tugas sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan padanya. Pada kenyataannya dalam melakukan pelaporan hasil kerja masih banyak hal yang buruk terjadi dikalangan pegawai misalnya, seringkali pegawai lupa waktu pelaporan kegiatan dan hal ini tentu dapat menyebabkan sistem pelaporan tidak terkordinasi dengan jadwal yang telah ditetapkan.Dengan adanya sistem informasi pelaporan hasil kerja ini maka pengelolaan data hasil kerja aparat dapat dilakukan dengan lebih mudah, dnan cepat. Serta mengurangi penggunaan kertas yang berlebih dan di khawatirkan ada kerusakan ataupun kehilangan data. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sistem pelaporan hasil kerja pegawai pada kantor Kelurahan Parung Kabupaten Subang, Kecamatan Subang. Selama melakukan pelaporan beberapa kendala yang paling sering dihadapi adalah kelalaian pegawai terkait waktu pelaporan hasil kerja yang menyebabkan pelaporan tidak maksimal dengan baik sesuai dengan perencanaan sebelumnya dikarenakan keterbatasan alat yang ada di kantor kelurahan. Tujuan penelitian ini adalah mengurangi keterlambatan pengumpulan hasil kerja atau hasil tugas dari para pegawai dengan merancang Sistem informasi pelaporan hasil kerja pegawai berbasis web. Metode penelitian menggunakan metode pengembangan perangkat lunak Waterfall, hasil penelitian ini mencakup analisis dokumen, perancangan sistem dan implementasi aplikasi web, yang bertujuan memudahkan para pegawai untuk melaporkan hasil kerjanya.
Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi Layanan Jasa Internet Berbasis Web (Studi Kasus PT Radmila Pratama Multireka)
Syarif Hidayat, Sunandar
Global
Pengembangan Sistem Informasi dalam menunjang proses bisnis merupakan bagian yang sangat penting bagi perusahaan untuk bisa berkompetisi di era industry seperti sekarang ini. PT Radmila Pratama Multireka yang merupakan perusahaan yang bergerak dalam penyediaan jasa internet perlu melakukan perubahan proses bisnis dengan mengimplementasikan Perangkat Lunak yang digunakan dalam mengelola data pelanggan dan memberikan kemudahan dalam proses pembayaran jasa langganan internet. Berangkat dari kebutuhan tersebut penulis mencoba membuat penelitian tentang Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Jasa Internet dengan studi kasus di PT Radmila Pratama Multireka. Hasil dari analisis dan perancangan ini diharapkan bisa digunakan dan ditindaklanjuti dalam bentuk pembuatan aplikasi. Dalam jurnal ini penulis mencoba menganalisa kebutuhan dari sistem yang akan dibangun yang meliputi kebutuhan fungsi dan membuat pemodelan dengan menggunakan Unified Modeling Language (UML). Dalam Tahapan analisis penulis melakukan identifikasi kebutuhan dari sistem yang kemudian dituangkan dalam Functional Requirement dan membuat pemodelan Use Case Diagram. Dalam tahapan perancangan penulis membuat perancangan antarmuka, robustness diagram dan perancangan database.
Sistem Informasi Desa Berbasis Web (Studi Kasus Desa Dayeuhkolot Kabupaten Subang)
Bambang Tjahjo Utomo, Arip Sandi Damanhuri
Global
Pada saat ini dunia informasi berkembang dengan sangat pesat dengan ditandai adanya pemanfaatan internet yang semakin meluas. Internet sebagai penyampai informasi kini sudah menjadi kebutuhan, dirasakan dari manfaatnya yang cukup besar terutama dalam dunia bisnis, pendidikan, kesehatan dan pemerintahan. E government sebagai mekanisme interaksi baru antara pemerintah dengan masyarakat dan pihak-pihak lain yang berkepentingan, dengan tujuan meningkatkan informasi tentang desa Dayeuhkolot. Pemerintah Desa Dayeuhkolot merupakan lembaga pemerintahan di tingkat Desa yang memiliki tugas menyelenggarakan segala urusan pemerintahan untuk melayani masyarakat di tingkat Desa di Wilayah Kabupaten Deli Serdang yang dipimpin oleh seorang Kepala Desa. Desa Dayeuhkolot belum memiliki alat promosi untuk memperkenalkan potensi dan produk yang dihasilkan dari Desa Dayeuhkolot. Penyebaran informasi belum maksimal dab luas baik bagi penduduk desa atau umum karena terbatasnya fasilitas yang dimiliki oleh Desa Dayeuhkolot. Untuk meningkatkan kualitas penyebaran informasi di desa Dayeuhkolot pada penelitian ini akan membangun sebuah Website Desa yang menyesuaikan dengan kebutuhan yang ada di desa Dayeuhkolot.
Audit Keamanan Sistem Informasi Traffic Counting Menggunakan Framework ISO 27002:2022 (Studi Kasus: Dinas Perhubungan Kabupaten Subang)
Lutfia Meidiana, Tazkia Salsabila Ardan
Global
Sistem Traffic Counting adalah suatu sistem berbasis web yang dikembangkan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Subang dengan tujuan Dinas Perhubungan Kabupaten Subang pada Bidang Lalu Lintas untuk memudahkan mengumpulkan data lalu lintas kendaran roda dua dan roda empat dan kondisi lalu lintas yang manfaatnya untuk mengukur kinerja kondisi jalan lancar atau padat dan membuat manajemen rekayasa lalu lintas. Oleh karena itu perlu adanya upaya serius untuk mengidentifikasi dan mengatasi potensi kerentanan dalam Sistem Traffic Counting agar menjamin kerahasiaan, integritas dan ketersedian informasi, dan juga kinerja sistem yang harus dikendalikan agar dapat berjalan dengan optimal. Standar yang digunakan dalam proses audit ISO 27002:2022 dengan klausul 7. Physical Controls, dan 8. Technological Controls yang difokuskan membahas keamanan fisik dan keamanan teknlogi. Setelah dilakukan analisis, hasil perhitungan Klausul 7 dan klausul 8 yang dimiliki oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Subang Berada di Level 3 (Defined) Hasil dari proses perhitungan dengan jumlah rata-rata control objektif pada Klausul 7 (keamanan fisik) adalah 3,47 dan Klausul 8 (Teknlogi Kontrol) adalah 3,25. Sedangkan harapan Dinas Perhubungan Kabupaten Subang ada di level 5, maka peningkatan level ini dapat dilakukan dengan menerapkan aktivitas yang belum dilakukan oleh Organisasi hingga mencapai level yang diharapkan. Penelitian ini hasilnya sampai ke temuan dan memberikan rekomendasi perbaikan kepada Organisasi.
IMPLEMENTASI COMMUNITY READINESS MODEL (CRM) DALAM MITIGASI BERKELANJUTAN BENCANA TANAH LONGSOR DI DESA CUPUNAGARA KABUPATEN SUBANG
Dody Wahyudi Purnama, Tepi Peirisal, Dede Akhmad, Zaenal Hirawan, Digyo, Suherlan
Penelitian Mandiri (PKD)
SURVEY INDEKS KEGEMARAN MEMBACA KABUPATEN SUBANG TAHUN 2024
Dede Akhmad, Dody Wahyudi Purnama, Tepi Peirisal, Zaenal Hirawan, Digyo, Suherlan
Kerjasama Pemerintah Daerah (TGM 2024)
PENYUSUNAN MASTERPLAN PENDIDIKAN
Tepi Peirisal, Dody Wahyudi Purnama, Dede Akhmad, Zaenal Hirawan, Digyo
Kerjasama Pemerintah Daerah (Masterplan)
Digital Branding & Marketing: Menguasai Strategi Marketing Di Dunia Modern
Tazkia Salsabila Ardan, Bagus Ali Akbar, Nita Delima
Unsub Press
Sistem Informasi Pengelolaan Barang Bantuan Bencana Berbasis Web Studi Kasus Dinas Sosial Kabupaten Subang
Bagus Ali Akbar
Djtechno: Jurnal Teknologi Informasi
Dalam Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 01 Tahun 2013 Tentang Bantuan Sosial Bagi Korban Bencana, disebutkan bahwa Dinas Sosial setiap daerah bertanggung jawab dalam penanggulangan bencana di daerahnya dengan menyediakan dukungan sarana dan prasarana, termasuk pengelolaan barang bantuan untuk masyarakat yang terdampak bencana. Untuk merancang Sistem Informasi Pengelolaan Barang Bantuan Bencana, penulis telah bekerja sama dengan Dinas Sosial Kabupaten Subang untuk melakukan observasi dan wawancara guna memahami kebutuhan sistem yang akan dikembangkan. Metode penelitian yang digunakan adalah Rational Unified Process (RUP), sedangkan dalam pembuatan modelnya menggunakan Unified Modeling Language (UML). Bahasa pemrograman yang digunakan adalah PHP dengan Framework CodeIgniter versi 4. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan sistem informasi yang efisien dan efektif dalam pengelolaan barang bantuan bencana, yang dapat membantu Dinas Sosial dalam menangani bencana dengan lebih baik. Metode penelitian RUP dipilih karena memungkinkan pengembangan yang terstruktur dan terdokumentasi dengan baik. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah sistem informasi yang terintegrasi dan dapat mengelola dengan baik data mengenai barang bantuan bencana. Dengan adanya sistem ini, diharapkan proses penyaluran bantuan kepada masyarakat yang terkena bencana dapat menjadi lebih cepat, efisien, dan transparan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan metode RUP dalam pengembangan sistem informasi pengelolaan barang bantuan bencana dapat memberikan manfaat yang signifikan dalam meningkatkan kinerja dan responsibilitas Dinas Sosial dalam menangani bencana. Sistem informasi yang dikembangkan dapat menjadi alat yang efektif dalam memfasilitasi proses penanggulangan bencana di tingkat daerah.
Pelatihan Digital Marketing dalam Rangka Meningkatkan Pengembangan Desa Wisata Berkelanjutan berbasis Masyarakat di Desa Pasanggrahan Cisalak Kabupaten Subang
Tazkia Salsabila Ardan, Bagus Ali Akbar, Maya Destriani
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara
Desa wisata adalah komunitas atau masyarakat yang terdiri dari penduduk suatu wilayah terbatas yang bisa saling berinteraksi secara langsung di bawah sebuah pengelolaan dan memiliki kepedulian, serta kesadaran untuk berperan bersama sesuai keterampilan dan kemampuan masing-masing, memberdayakan potensi secara kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan di wilayahnya. Desa Pasanggrahan merupakan salah satu desa wisata dengan kekayaaan sumber daya alam yang melimpah serta tercatat sebagai Desa Wisata yang ada di Kabupaten Subang. Dengan melimpahnya wisata alam yang ada di Desa Pasanggarahan, wisatawan yang datang tidak terlalu banyak. Penerapan Digital marketing digunakan sebagai media promosi dalam melakukan penyebaran informasi dengan menggunakan media teknologi informasi. Pelatihan Digital Marketing dilakukan dalam rangka meningkatan pengembangan desa Pasanggrahan berbasis masyarakat. Hasil pelatihan Digital Marketing adalah meningkatkan kemampuan dan keterampilan masyarakat dalam promosi Desa Wisata Pasanggrahan berbasis Teknologi.
Sistem Informasi Pengelolaan Gapoktan Studi Kasus Desa Karanghegar
Bagus Ali Akbar
Jurnal Ilmu Komputer dan Sistem Informasi (JIKOMSI)
Gapoktan merupakan aset kelembagaan dari Kementerian Pertanian yang diharapkan dapat dibina dan dikawal secara berkelanjutan oleh seluruh komponen masyarakat pertanian, mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota hingga kecamatan, untuk melayani kebutuhan petani di pedesaan. Namun, Desa Karanghegar, yang terletak di Kecamatan Pabuaran, belum memiliki sistem pengelolaan Gapoktan. Akibatnya, petani dan pekebun di desa tersebut mengalami ketidakjelasan terhadap pengelolaan pupuk, karena tidak ada bukti tertulis yang mendukung. Untuk mengatasi masalah ini, pengembangan sebuah sistem web diusulkan agar pengalokasian pupuk bersubsidi dari pemerintah dapat dilakukan secara elektronik. Metode pengembangan yang digunakan adalah metode Rational Unified Process (RUP). Website ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan para petani dan pekebun di Desa Karanghegar dalam mengelola pengadaan dan persediaan pupuk yang dimiliki oleh lembaga Gapoktan. Selain itu, website ini juga diharapkan dapat berperan sebagai sarana informasi untuk data pertanian/perkebunan yang dimiliki oleh Pemerintahan Desa Karanghegar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya sistem berbasis web ini, instansi terkait dapat lebih mudah mengelola Gapoktan. Informasi mengenai data pengelolaan, pengadaan, dan persediaan pupuk di Desa Karanghegar menjadi lebih tersedia, dan hal ini menjadi acuan dalam setiap kegiatan pengelolaan Gapoktan. Dengan demikian, hambatan-hambatan seperti pengalokasian pupuk bersubsidi tanpa bukti tertulis dapat teratasi.Simpulan dari penelitian ini adalah implementasi sistem berbasis web untuk pengelolaan Gapoktan di Desa Karanghegar sangat penting dan efektif. Hal ini tidak hanya memudahkan instansi terkait dalam pengelolaan, tetapi juga memberikan manfaat besar bagi petani dan pekebun dengan menyediakan akses yang lebih mudah dan transparan terhadap pengelolaan pupuk dan informasi pertanian/perkebunan.