Sistem Informasi Pemesanan Tiket Travel Studi Kasus Pt. Wb Trans Travel
Nia Sulastri Resmiati, Tazkia Salsabila Ardan
Global
Salah satu perusahaan penyedia layanan jasa travel adalah PT. WB Trans Travel. Saat ini pemesanan tiket di PT. WB Trans Travel mulai berkurang dikarenakan kuatnya persaingan antara sesama pengusaha jasa travel, dan juga promosi PT. WB Trans Travel belum efisien dimana promosi hanya dilakukan dengan cara memasang iklan poster di agent travel dan untuk pemesanan hanya via whatsapp saja. Dengan cara promosi seperti ini jumlah customer pada PT. WB Trans Travel tidak mengalami peningkatan yang signifikan. Dari hasil pengamatan yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut maka PT. WB Trans Travel harus membuat suatu sistem informasi berbasis web dengan menggunakan metode RUP agar masyarakat mudah untuk mengetahui dan mudah untuk membeli tiket hanya lewat media internet yang dimana pelanggan diberikan kemudahan dalam proses pemesanan tiket travel, pelanggan dapat memesan tiket travel tanpa harus menghabiskan waktu untuk datang ke agent travel. Website adalah salah satu cara sebagai media penyalur informasi dan juga dapat menjadi pra sarana untuk meningkatkan pelayanan konsumen, baik dari segi efisiensi waktu, keakuratan data, dan kemudahan bertransaksi.
Audit Tata Kelola Sistem Informasi E-Sa Menggunakan Framework Cobit 2019 Domain DSS Pada Yayasan As Syifa Al Khoeriyah Subang
Teguh Sabar Iman, Maya Destriani, Arif Rifki Ridwaudin
Global
Yayasan As Syifa Al Khoeriyah merupakan salah satu yayasan di Kabupaten Subang yang telah menerapkan teknologi informasi dalam bidang Sasaran Kinerja Pegawai yaitu dengan menggunakan sistem e-SA (elektronik Service Application). Saat ini kegiatan tata kelola Sistem Informasi e-SA belum dilakukan secara maksimal karena belum adanya penilaian dan evaluasi terhadap tata Kelola Sistem Informasi e-SA. Maka diperlukan audit menggunakan framework Cobit 2019 untuk mengetahui maturity level tata kelola Sistem Informasi e-SA. Domain yang digunakan adalah domain DSS yang didapatkan dari hasil pemetaan tujuan perusahaan dengan tujuan cobit. Metode penelitian yang dilakukan yaitu dengan melakukan wawancara kepada stakeholder dan penyebaran kuesioner kepada responden untuk penilaian maturity level tata kelola system informasi e-SA. Hasil penelitian menunjukan maturity level pada tata kelola Sistem Informasi e-SA mencapai level 3 dan level 4.
Sistem Informasi Website E-Commerce Scarf I Look Dengan Mengggunakan Laravel
Agus Nurhidayat, Bambang Tjahjo Utomo
Global
Scarf I Look merupakan sebuah toko online yang menjual hijab, di Kota Subang. Sistem penjualan yang digunakan Scarf I Look saat ini masih konvesional dan hanya menerima pesanan lewat whatsapp saja dan dikirim lewat COD. Dengan menggunakan fasilitas seperti ini sebagai sarana penjualan maka lingkup penjualan dan promosi pun masih kecil karena hanya orang-orang yang mengetahui toko online scarf I look saja, Oleh karena itu scarf I look membutuhkan sebuah website e-commerce yang dapat memperluas lingkup penjualan produk. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk menganalisa sistem yang sedang berjalan, merancang sistem informasi pemasaran berbasis e-commerce dan mengimplementasikan sistem informasi tersebut pada scarf I look. Perancangan sistem informasi ini menggunakan framework Laravel.
Sistem Informasi Jasa Instalasi Dan Service Elektrik Pada Cv Mitra Teknik Alamja
Sifah Fatia Sobrina, Rino Gupitha
Global
Perusahaan jasa adalah istilah umum untuk menyebut usaha yang menyediakan layanan jasa kepada masyarakat serta menetapkan tarif tertentu untuk jasa dan pelayanannya. Meski pada umumnya perusahaan menyediakan layanan di tempat, Perusahaan biasanya memiliki spesialisasi dalam jenis layanan jasa. Sebagai contoh yaitu perusahaan jasa pendidikan, perusahaan telekomunikasi, perusahaan jasa transportasi, jasa service listrik, dan sebagainya. Sebagai konsumen, dalam melakukan pemesanan layanan jasa atau service biasanya harus melihat informasi jenis layanan jasa atau service, informasi perusahaan yang menyediakan pelayanan, serta melihat review dari pelanggan lain. Terkadang jika mendengar informasi dari teman atau rekan kerja kurang memuaskan. hingga akhirnya merasa ragu-ragu untuk melakukan pemesanan layanan jasa atau service. Berdasarkan masalah yang terjadi diatas maka diperlukan sebuah sistem informasi dalam bentuk aplikasi yang dapat membantu konsumen dalam hal pemesanan agar merasa leluasa dan nyaman sembari mengikuti perkembangan teknologi yang ada. Dengan adanya aplikasi ini juga nantinya pemilik usaha akan dapat menjalankan usaha tersebut dengan lebih modern dan memiliki daya tarik tersendiri dari kompetitor lain.
Rancang Bangun Sistem Informasi Geografis Perkembangan Industri Konveksi Di Kabupaten Subang
Rusnedi Abdul Gani
Global
Kabupaten Subang adalah sebuah kabupaten di provinsi Jawa Barat Ibukotanya adalah Subang. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Indramayu di timur, Kabupaten Sumedang di tenggara, Kabupaten Bandung Barat di selatan, serta Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Karawang di barat. Seiring kemajuan zaman dari tahun ketahun banyak perusahaan besar dan sedang yang sudah beroperasi secara komersial di Kabupaten Subang. Perkembangan jumlah industri konveksi baik besar maupun sedang tersebut, selain karena letak geografis kabupaten Subang yang strategis, juga dikarenakan adanya berbagai kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten Subang yang berkenaan dengan jaminan kemudahan investasi. Hambatan yang muncul dalam industri konveksi ini perlu adanya Sistem yang mudah untuk mendapatkan informasi yang baik untuk pendataan industri konveksi di Kabupaten Subang . Pemetaan lokasi industri konveksi merupakan penyajian informasi yang akurat terkait dengan keberadaan suatu usaha disuatu wilayah sangat diperlukan selain untuk memonitor peluang usaha dan kebutuhan tenaga kerja juga dapat dijadikan sebagai informasi untuk menyerap para investor untuk menanam modal. Solusi untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan penyampaian informasi yang baik agar mempermudah penyampaian informasi perkembangan industri konveksi maka dibutuhkan suatu teknologi yang lebih mudah dipahami yaitu melalui Tabel dan gambar teknologi ini sering dikenal dengan Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode perancangan yang digunakan menggunakan tools Unified Modelling Language (UML). Aplikasi SIG sangat berguna untuk studi pemilihan lokasi karena kemampuan yang sangat baik dalam menyimpan, menganalisis dan menampilkan data spasial sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan pengguna.
Perancangan Sistem Informasi Kegiatan Posyandu
Syarif Hidayat
Global
Pos Pelayanan Terpadu atau disingkat Posyandu merupakan bentuk upaya kesehatan berbasis masyarakat (UKBM) yang pengelolaan dan penyelenggaraannya dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat. Posyandu terintegerasi merupakan kegiatan pelayanan dasar keluarga dalam aspek pemantauan tumbuh kembang anak. Posyandu menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi Angka Kematian Bayi dan Angka Kematian Ibu (AKI/AKB) sehingga pengelolaan dan penyelenggaraannya harus bersifat fleksibel, terjangkau, efektif, dan efesien sehingga layanannya dapat dimaksimalkan oleh ibu hamil, balita, dan lansia. Pelayanan Posyandu yang bertempat di Desa Haurgeulis Kecamatan Haurgeulis berjumlah 6 posyandu yg terbagi di beberapa blok di Desa Haurgeulis. Berdasarkan hasil wawancara salah satu kader posyandu, proses pencatatan dan pendataan secara manual mempersulit kader Posyandu dan staf pendamping dalam penyusunan laporan yang akurat. Oleh karna itu diperlukan system informasi guna mempermudah kinerja kader dalam pendataan pelayanan posyandu. Hasil dari pemeriksaan posyandu berisikan laporan perkembangan anak dan ibu hamil tersebut berbentuk lembaran kertas atau buku. Laporan tersebut diberikan kepada masing-masing peserta posyandu. Arsip laporan posyandu tersebut terkadang lupa dibawa atau bahkan hilang. Hal ini membuat pengelolaan hasil laporan bulanan posyandu terhambat karena laporan perbulan tersebut kurang lengkap. Metode penelitian menggunakan metode Rational Unified Process (RUP). Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah Membantu para kader untuk mempermudah pendataan pelayanan Posyandu, Memberikan kemudahan dalam pendataan, pengecekan data pemeriksaan ibu hamil, balita dan lansia. Mengembangkan teknologi informasi dalam bidang pelayanan kesehatan. Sistem ini diharapkan dapat membantu kader Posyandu untuk melakukan pendataan hasil pemeriksaan peserta Posyandu disetiap priode. Berdasarkan analisa yang telah diuaikan penulis menarik kesimpulan sebagi berikut setelah menganalisa permasalahan dan hambatan-hambatan yang ada, maka penulis membuat rancangan system informasi kegiatan pelayanan posyandu dengan harapan dapat membantu pendataan pelayanan posyandu agar lebih efisien. Pembuatan aplikasi pendataan kegiataan pelayanan posyandu dengan menggunakan framework CI.
Machine Learning Alat Monitoring Fermentasi Tape Berbasis Iot Menggunakan Metode Algoritma C4.5 Pada Platform Thing Speak
Timbo Faritcan Silallagan, Muhamad Firmansyah , Jaja
Global
Salah satu faktor penting yang berpengaruh terhadap keberhasilan fermentasi tape singkong adalah aspek kualitas Suhu pada kotak, maupun kekeruhan air Alat dan sistem ini menggunakan metode klasifikasi algoritma C4.5. Tape singkong merupakan makanan yang terbuat dari hasil fermentasi dengan melibatkan ragi di dalam proses pembuatannya. Pendeteksian pada suhu, kelembaban dan berat dilakukan untuk melihat fermentasi ragi pada singkong hingga menjadi tape. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang sebuah alat pendeteksi kematangan tape secara otomatis menggunakan sensor DHT22 dan sensor load cel HX71l, dengan microcontroler Esp8266 (NodeMCU) untuk proses kematangan pada tape singkong. Dari penelitian ini diperoleh hasil yang menunjukan bahwa tape singkong yang difermentasi pada suhu 30-35 derajat Celcius dalam 24 jam sudah bisa dikatakan matang, hal ini ditandainya dengan tekstur, aroma, warna dan rasa pada tape singkong yang berubah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa fermentasi tape dengan menggunakan alat pendeteksi kematangan tape dapat meningkatkan kualitas tape yang dihasilkan dan mempercepa peroses fermentasi tape singkong. Dilakukan pengujian akurasi menggunkan tool rapidminer, nilai akurasi model sistem diperoleh sebesar 100.00%.
Analisis dan Desain Sistem Informasi Pelatihan Dalam Mewujudkan Good Governance di Kabupaten Subang (Studi Kasus: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Pusat Pengembangan Teknologi Tepat Guna)
Caca Arif Herdian
The World of Public Administration Journal
Tata kelola pelayanan berbasis elektronik terhadap masyarakat pada tahun 2017 khususnya di Kabupaten Subang masih belum mempunyai konvensi tertentu, hal tersebut dimaknai sebagai pemecahan dalam terwujudnya kinerja pemerintah yang efektif dan efisien. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Pusat Pengembangan Teknologi Tepat Guna (LIPI PPTTG) Kabupaten Subang sebagai salah satu instansi Pemerintahan dimana salah satu kapasitasnya adalah sebagai lembaga yang memberikan pelatihan baik kepada pejabat publik maupun masyarakat untuk meningkatkan kompetensinya. Sistem yang sedang berjalan dalam proses pendaftaran belum terkomputerisasi sehingga data-data menumpuk dan sulit dalam mencari data yang dibutuhkan serta integritas data kurang terpelihara. Rancangan Sistem Informasi Pelatihan merupakan sebuah usulan sistem dalam pemecahan permasalahan yang terjadi yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan publik dalam mewujudkan good governance. Sistem informasi ini dirancang berbasis web, metode pengembangan sistem menggunakan Unified Process (UP) dengan bahasa pemodelan Unified Modeling Language (UML).
Audit Sistem Informasi Pelayanan Penggunaan Tenaga Kerja Asing Online Menggunakan Framework ITIL V.3 Domain Service Operation (Studi Kasus : PT. Seokhwa Indonesia)
Bambang Tjahjo Utomo, Ani Tawakalni
Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi
Penelitian ini direncanakan untuk melakukan pengukuran pada PT Seokhwa Indonesia untuk mengetahui layanan TI pada perusahaan tersebut apakah sudah sesuai dengan best practice yang terdapat pada kerangka kerja ITIL V3, Service Operation. Adapun fokus dari Service Operation antara lain: Problem Management, Incident Management, Access Management, Request Fulfillment, dan Event Management. Pengukuran dilakukan dengan 4 tahap, antara lain: Perencanaan, Pemeriksaan Lapangan, Pelaporan, dan Tindak Lanjut. Hasil dari pengukuran ini adalah menemukan tingkat kematangan atas implementasi layanan TI. Adapun pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner ke 5 responden dan melakukan wawancara kepada Kepala Divisi IT. Hasil yang didapat tingkat kematangan layanan TI perusahaan berhenti di level 2 (Repeatable but intuitive). Penelitian ini juga menghasilkan 28 rekomendasi yang diberikan untuk perusahaan, agar dapat meningkatkan layanan TI mereka. Berdasarkan hasil tindak lanjut yang dilakukan, hampir seluruhnya rekomendasi yang diberikan kepada perusahaan diterima dengan baik, dan juga beberapa rekomendasi diantaranya telah dilakukan pada PT Seokhwa Indonesia, namun tentu saja dengan concern yang diperoleh melalui adanya penelitian ini, akan memberikan keinginan untuk perbaikan layanan dan performa divisi IT kedepannya.
Pengarahan Teknologi Digital Marketing Guna Menigkatkan Pemasaran Produk Umkm Desa Cibeusi
Bagus Ali Akbar, Hamdan Miftahuzzamal
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara
Usaha Kecil dan Menengah (UKM) adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri atau berwiraswasta, dimiliki oleh perorangan atau kelompok dan bukan merupakan anak perusahaan dari badan usaha utama. Dikuasai dan dimiliki dan menjadi divisi langsung atau tidak langsung dari perusahaan menengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pengetahuan tentang teknologi digital marketing, bagi UKM (usaha mikro, kecil dan menengah) untuk meningkatkan penjualan dan keuntungan, serta memperluas cakupan penjualan barang, metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah; pertama, berbagi pengalaman dan berdiskusi langsung dengan pemangku kepentingan UMKM tentang pentingnya pemasaran digital untuk memperluas jangkauan penjualan; kedua, langsung membuat akun untuk terhubung ke "google my business", dimana konsumen dapat melihat lokasi/lokasi pabrikan melalui Google My Business yang diadakan pada tanggal 23 Agustus 2022, pengabdian masyarakat ini disponsori oleh Universitas Subang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya sedikit yang mampu menggunakan media sosial sebagai sarana promosi dan UKM gaptek tentang teknologi dan sisanya tidak pernah menggunakan pemasaran media sosial karena kurangnya teknologi. keahlian. Semua pemain menunjukkan minat yang besar dalam menggunakan pemasaran media sosial secara berkelanjutan.
Peningkatan Promosi Potensi Desa Menggunakan Google Analityc Studi Kasus Desa Cibuluh
Bagus Ali Akbar, Vindi Dwi Astuti
Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi
Potensi desa merupakan segala sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang terdapat serta tersimpan di desa. Dimana semua sumber daya tersebut dapat dimanfaatkan bagi kelangsungan dan perkembangan desa. Dalam studi kasus yang di angkat, Desa Cibuluh telah di tetapkan sebagai desa wisata yang berarti telah ditemukan potensi pada desa tersebut. Selain ditetapkan sebagai desa wisata, desa cibuluh juga mempunyai potensi pertanian yang lebih besar. Dari penelitian ini menghasilkan rumusan masalah yaitu dibutuhkannya sistem informasi website untuk mempermudah masyarakat mengetahui informasi terkait desa.
OWASP ZAP Tools Pengujian Kerentanan Keamanan Aplikasi yang Handal
Achmad Syafaat
OWASP Jakarta Chapter